Rabu, 09 Januari 2013

GATOT MELAUT BERSAMA NELAYAN

 http://gatotpujonugroho.com/gatot-melaut-15-menit-bersama-nelayan-percut/

Gatot Melaut 15 Menit Bersama Nelayan Percut

 January 3, 2013 
PERCUT SEITUAN – Ratusan masyarakat nelayan pantai desa Percut Kecamatan, Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang antusias menyambut kehadiran Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST, Rabu (2/1). Dalam silaturahmi ini, Gatot kembali menjelaskan program asuransi nelayan yang sudah diluncurkan Desember 2012 silam.

Gatot yang datang tanpa pengawalan dan pernak-pernik kedinasan ini langsung  bercengkerama dengan para nelayan. Dari dekat, Gatot menyaksikan proses kerja di desa nelayan tersebut. Mulai dari proses perahu nelayan sandar hingga proses membongkar ikan dari  tong-tong besar.

Bahkan, selama lima belas menit Gatot menyempatkan berlayar bersama nelayan untuk menyaksikan suasana pesisir pantai tempat para nelayan mencari nafkah. Dalam dialog dua arah ini, Gatot dan nelayan saling sumbang saran. Gatot banyak menerima masukan terkait upaya peningkatan kesejahteraan nelayan dan sebaliknya para nelayan memperoleh pencerahan terkait sejumlah program pemerintah yang disediakan untuk keluarga nelayan.

Dari pengalaman melaut selama 15 menit, Gatot mengakui proses kerja sebagai nelayan sangatlah berisiko tinggi. Alam yang tidak bersahabat, juga ancaman tersasar ke batas negara tetangga membuat nelayan rentan bahaya.

Paham kondisi dan resiko ini, sejak Desember 2012 lalu Pemerintah Provinsi meluncurkan asuransi nelayan. Sebuah program  asuransi jiwa satu-satunya di Indonesia untuk keluarga nelayan. Asuransi nelayan pada periode pertama telah disalurkan kepada 1.000 nelayan bertepatan dengan Hari Nusantara tingkat provinsi yang dipusatkan di Theme Park, Kabupaten Serdangbedagai.

Asuransi yang diberikan secara gratis ini dapat mencover nelayan selama 30 tahun. Dengan nilai pertanggungan bervariasi mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Biaya premi untuk program ini sudah dianggarkan dalam APBD Sumut.

Tentu, lanjutnya, dengan persyaratan diberikan kepada nelayan-nelayan yang sudah terdaftar dan mempunyai kartu nelayan. “Harapan kita dengan asuransi ini, keluarga nelayan dapat lebih tenang jika ditinggal kepala keluarga bekerja. Bukan berharap musibah, namun asuransi akan banyak manfaatnya,” terang Gatot sembari duduk santai di perahu.

Ahmad, seorang nelayan mengungkapkan terimakasihnya atas perhatian Plt Gubsu terhadap nasib para nelayan seperti dirinya. Karena, memang nasib para nelayan saat melaut banyak rintangan yang menghadang.
“Ini bentuk dukungan kepada kami para nelayan kecil. Meski belum semua nelayan bisa menikmatinya tapi ini wujud nyata perhatian Pak Gatot kepada nelayan.Belum pernah ada seorang pemimpin yang mau duduk bareng dengan kami, apalagi naik perahu kami,” ujar Ahmad.

Tak hanya menyempatkan berlayar bersama nelayan, Gatot juga  menyempatkan diri menikmati makan siang bersama nelayan dan masyarakat desa Percut. Gatot tanpa sungkan memberikan suapan kepada seorang nelayan tua. “Ini pak dimakan udangnya, ini juga ikannya,” kata Gatot.
 
Di akhir kunjungan Gatot yang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut Zulkarnaen SH Msi menyapa para pedagang ikan di pasar Percut. Ditempat inipun Gatot berdialog dengan para pedagang sambil memilih-milih ikan-ikan segar yang baru dibawa para nelayan dari tengah laut.

Senin, 07 Januari 2013

SANTUNAN GATOT

http://gatotpujonugroho.com/gatot-santuni-dua-lansia-di-percut/

Gatot Santuni Dua Lansia di Percut

January 3, 2013
PERCUTSEITUAN- Rokayah (60 tahun), nenek 38 orag cucu ini sudah tujuh tahun tidak mampu berjalan maupun berbicara. Tidak sekalipun Rokayah mengecap pengobatan medis karena kesulitan biaya pengobatan. Mengawali tahun 2013, secercah harapan di kehidupan Rokayah kembali bersinar. Tiba-tiba rumah berukuran 5x5m2 di Jalan Utama 2 di Desa Kolam Kecamatan Percut Sei tuan Deli Serdang yang tempatinya dikunjungi Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST, Rabu (2/1) siang.
 
Gatot yang datang tanpa persiapan disambut putra Rokayah, Dedeng (32) dan beberapa jiran tetangga. Kepada Dedeng Gatot menanyakan kondisi sang ibu dan sejarah penyakit yang diderita. “Sudah tujuh tahun mamak gak bisa bicara maupun berjalan,” jelas Dedeng kepada Gatot.
 
Ketiadaan biaya, menyebabkan Dedeng dan saudara-saudara tidak mampu membawa sang ibu berobat medis. Selama sang ibu menderita sakit yang diduga akibat stroke, keluarga hanya mampu memberi pengobatan alternatif. Maklum Almarhumah suami Rokayah yang meninggal dunia sembilan bulan lalu hanya membuka bengkel sepeda sederhana, sedangkan Dedeng juga hanya berprofesi sebagai tukang bangunan.
 
Mendengar cerita Dedeng, Gatot langsung menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Dr Raden Roro Siti Hartati Surjantini Mkes. Kepada Kadis, Gatot menginstruksikan agar Dinas Kesehatan Provinsi Sumut memfasilitasi Rokayah agar dapat mengecap pengobatan medis. Setelah beberapa saat berbicara, akhirnya Gatot menjelaskan kepada Dedeng bahwa Dinas Kesehatan Provinsi akan menjemput Rokayah dengan ambulans. Rokayah akan mendapatkan fasilitas pengobatan untuk penyakit menahun yang sudah dideritanya.
 
Kepada Dedeng, Gatot juga menitipkan santunan untuk tambahan biaya pengobatan Rokayah. Kabar gembira yang dibawa Gatot membuat ayah dua anak itupun tersenyum. “Saya senang, ini rezeki awal tahun yang tidak terduga,” ujar Dedeng Sumringah.
 
Meninggalkan kediaman Rokayah, Gatot beranjak ke kediaman Affandi (74) seorang ustad yang juga sudah tiga tahun menderita sakit. Ayah 11 orang putra ini sudah setahun tidak bisa berjalan sehingga tidak lagi mampu mengajar mengaji bagi anak-anak dan majelis taklim.
 
Dikunjungi Gatot, suami Sito Khodijah ini hanya bisa menangis haru. “Banyak berdoa ustadz, agar menjadi kifarah,” ujar Gatot. Gatot juga menjanjikan bantuan pengobatan sebagaimana yang akan diterima Rokayah. Kepada Afandi Gatot juga menitipkan tali asih, untuk menyemangati kakek yang menderita pengeroposan tulang tersebut.

DUKUNGAN GATOT PADA PASAR TRADISIONAL

http://gatotpujonugroho.com/gatot-dukung-pasar-tradisional-dimodernisasi-dengan-sewa-harga-merakyat/

Gatot Dukung Pasar Tradisional Dimodernisasi Dengan Sewa Harga Merakyat

December 31, 2012

MEDAN - Tak ada waktu yang terbuang bagi Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST. Meskipun hari Minggu, orang nomer satu di Pemerintah provinsi Sumatera Utara tetap memanfaatkanya bertemu masyarakat.Usai ikut senam pagi di Lapangan Merdeka,Minggu (30/12)  pagi,  Gatot memutuskan langsung melakukan peninjauan ke Pasar Gajah di Jl AR Hakim dan Pasar Sukaramai.

Selain berbincang dengan sejumlah warga, kehadiran Gatot adalah untuk memastikan harga-harga terutama sembako masih terjangkau masyarakat. Gatot juga kembali menjelaskan visinya tentang pembaruan pasar tradisional yang tetap pro pedagang namun punya fasilitas dan kenyamanan seperti pasar-pasar modern.
Begitu tiba di dua pasar ini, Plt Gubernur langsung menuju stand-stand penjual  beras, gula, daging, sayur mayur  dan barang sandang.
 
Kehadiran mendadak ini membuat suasana pasar menjadi meriah. Beberapa pedagang dan pembeli yang dominan warga Tionghoa tak menyangka bakal dapat dapat kunjungan seorang gubernur.
“Pak Gatot orangnya memang ganteng ya,” ujar Alan, seorang pedagang lontong yang langsung minta foto bersama.

Tak hanya pedagang, pembelipun sempat kaget saat tiba-tiba Gatot ikut membeli sejumlah sayuran bersama mereka. Beberapa dari mereka bahkan tak percaya seorang Gatot Pujo Nugroho belanja sejumlah kebutuhan pokok.
“Apa itu bapak yang sering masuk koran itu, apa itu pak Gatot Gubernur yang ganteng itu,” tanya Mei Mei kepada seorang pengawal Plt Gubernur Sumut.
Setelah mendapat kebenaran siapa orang yang datang tersebut, Mei Mei pun langsung menyapa dan terlibat dialog dengan Plt Gubsu.

“Bapak yang gubernur itu ya, saya senang kalau bapak yang mimpin Sumut ini, semoga bapak memimpin kembali. Saya mendukung,” kata Mei Mei yang bersyukur karena kondisi Sumut semakin baik dan kondusif selama kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho.
Dukungan serupa datang dari Ahok, lelaki yang sedang berbelanja ini langsung menghentikan langkahnya begitu berpapasan dengan orang nomor satu Sumatera Utara itu. “Saya senang kalau bapak yang jadi gubernurnya, “ujarnya yakin.

Selain mengecek harga dan berdialog dengan warga Tionghoa, Di Pasar Gajah ini, Gatot memang membeli beberapa dagangan mulai kacang merah, wortel, toge dan lainya. Bahkan dia sempat mencicipi durian yang dijual pedagang bernama Buyung. “Musim duren saya jualan pak tapi kalau tak musim saya alih profesi narik becak,” kata Buyung.

Dari Pasar Gajah, Plt Gubsu melanjutkan inspeksinya ke Pasar Sukaramai. Di tempat ini, Plt Gubsu juga menyapa para pedagang dan membeli beberapa dagangan mereka. “Gimana harga barang bu? apakah stabil,” tanya Gatot ke seorang pedagang sembako.

Evi pedagang sembako menjelaskan, beberapa barang yang dijualnya ada yang mengalami kenaikan karena menjelang Natal dan Tahun Baru. Beberapa komoditi yang naik adalah  beras ketan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu, Beras Aceh dari Rp 9 ribu jadi Rp 13 ribu,  Kacang kupas Rp 22 ribu jadi Rp 24 ribu,  Tepung roti dari Rp 105 ribu jadi  Rp 132 ribu. “Kalau barang lainya rata-rata semuanya normal,” tutur Evi.

Pertahankan Pasar Tradisional
 
Tak hanya menanyakan harga dan berdialog dengan warga. Saat kunjungan ini, Gatot juga menerima uneg-uneg dari beberapa pedagang. Mardican misalnya, Ketua Persatuan Pedagang Tradisional Kota Medan dalam kesempatan tersebut mengeluhkan tentang akan dibangunnya Pasar Sukaremai. Sayang, menurutnya harganya masih kurang berpihak kepada pedagang kecil seperti mereka.
“Masalahnya pak, pasar ini mau dibangun tetapi hanganya tidak berpihak kepada pedagang. Kita harus membayar lapak yang cukup mahal, padahal penghasilan kami tak sebanding,” keluh Mardican yang berharap harga kios-kios di Pasar Sukaramai usai dibangun bisa lebih pro pedagang.

Plt Gubsu H gatot Pujop Nugroho ST saat mendegar keluhan pedagang akan menyampaikannya ke Pemko Medan. Menurutnya, ke depan pemerintah tetap akan mempertahankan keberadaan pasar tradisional. Untuk bisa bertahan di tengah persaingan pasar-pasar modern, Gatot terus mendorong Pemkab/Pemko di Sumut untuk memberdayakan pasar tradisional dengan meningkatkan fasilitas dan sarananya.

” Pasar tradisional tetap akan kita pertahankan. Dari segi harga pasar tradisional selalu kompetitif, namun kita punya kelemahan dalam hal kebersihan dan kenyamanan. Nah, inilah yang akan terus kita edukasi ke seluruh Pemkab/Pemko agar segera melakukan perubahan pasar tradisional agar sesuai tuntutan zaman.Tentu dengan harga sewa atau jual yang pro pedagang,” tegas Gatot.
 
Dari hasil kunjungannya ke dua pasar tradisional, Gatot menjelaskan sejauh ini harga-harga relatif masih stabil. memang ada beberapa item yang mengalami kenaikan, tapi masih dalam batas kewajaran karena saat ini masih dalam suasana hari raya keagamaan.

SUTIAS MEMBERIKAN PENDIDIKAN PENTING

http://gatotpujonugroho.com/sutias-giatkan-pendidikan-parenting-bagi-calon-suami-istri/

Sutias Giatkan Pendidikan Parenting Bagi Calon Suami Istri

December 31, 2012

MEDAN -Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi Sumatera Utara Hj  Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho mengingatkan pentingnya memberikan pendidikan parenting atau pendidikan menjadi orang tua yang baik bagi para calon suami istri. Pendidikan tersebut menurut Sutias bisa digelar dalam bentuk kursus singkat atau pendidikan informal yang bisa diakses masyarakat.

Wacana pentingnya pendidikan Parenting ini dikemukakan Sutias saat memperingati Hari Ibu ke-84 dalam sebuah talk show di Kampus UMN Jl Garu II Medan, Sabtu(29/12).
Acara dihadiri Ust.Kasman, LC, MA. selaku Pembicara, Wakil Rektor II UMN  Drs.H.Zuberuddin Siregar MM., Ka.Biro Kemahasiswaan Drs.Anwar Sadat, S.Ag, M.Hum., Pembina Lembaga Dakwah Kampus Raudatul Jannah Faisal Husna, S.Sos, S.Pd, MH. serta ratusan mahasiswi dari UMN dan STMIK Budi Dharma Medan lainnya.

Lebih jauh Sutias menjelaskan, untuk jadi orang tua tidak sekedar melahirkan dan membesarkan fisik anak saja. Tapi juga memberikan pendidikan yang baik, membimbing cara hidup yang benar serta menanamkan keimanan yang kuat. Dengan tugas yang mulia itu maka sangat dibutuhkan ilmu khusus tentang hal itu.
Ditambahkannya bahwa Ummi Madrasatul ula yang bermakna bahwa ibu adalah sekolah yang pertama merupakan konsep yang tidak terbantahkan. Kebanyakan anak-anak paling lama menghabiskan waktu  bersama ibunya mulai dari menyusui hingga dewasa, sehingga ibu sangat berperan mewarnai prilaku anak-anaknya.

Dengan kenyataan tersebut hendaknya ibu sebagai sekolah pertama perlu ditingkatkan kompetensi mengajar anak anaknya. Diharapkan pendidikan parenting nantinya akan menjadikan ibu dan bapak dapat mendidik penuh kelembutan, kesopanan,  kebersamaan dan kemanusiaan.
“Anak itu ibarat kaset yang dapat merekam kejadian, kalau dia lihat ibunya menyayanginya  dan berkata dengan lembut, maka dia akan menilai oh begini rupanya cara berkomunikasi dan dia akan melakukan hal serupa. Tapi sebaliknya, jika ia melihat ibunya bicara tidak sopan, kasar memaki dan sifat buruk lainnya maka dia akan mencontoh dan paling tidak dia sudah terbiasa dengan hal tersebut sehingga dia menilai yang demikian itu hal yang wajar,” tutur Sutias.

Kesalahan pendidikan anak, bisa menimbulkan beragam dampak sosial. Mulai dari kenakalan remaja hingga kekerasan seperti tawuran, geng motor, dan aksi anarkis lainnya. Untuk itu melalui momen Hari Ibu, sudah sangat tepat memulai pendidikan parenting  untuk menjadi ekstra kurikuler di sekolah atau kampus.
Menutup arahannya Sutias menghimbau kepada seluruh mahasiswi agar mempelajari cara menjadi orang tua yang baik. Karena mahasiswi nantinya juga akan menjadi orang tua. Mereka harus belajar dari sekarang, karena anak merupakan investasi masa depan. Apa yang mereka asup saat ini akhirnya akan mempengaruhi sikap mereka pada orangtua.

Sementara itu Ust.Kasman yang juga menjadi pembicara pada talk show menerangkan bahwa benar apa yang disampaikan Hj.Sutias. Ditambahkannya bahwa ibu yang baik juga seorang istri yang baik, dan istri yang baik adalah perempuan yang terpilih oleh pria yang baik pula. Intinya sekufu atau sederajat itu penting sebagaimana Rasulullah dengan Hadijah. Sekufu atau sederajat tidak hanya secara ekonomi tapi juga  ilmu dan keimanan.
 
Ustad kasman kemudian menghimbau kepada mahasiswi yang calon seorang ibu agar selektif memilih atau menerima lamaran dari pria. “Lihat dulu keilmuan dan keimanannya serta latar belakang keluarga. Kelanggengan serta kesejahteraan rumah tangga dapat ditentukan dari keilmuan, pendidikan, pekerjaan bahkan latar belakang keluarga dan lingkungan di mana kita tinggal. Intinya berusahalah berbuat baik dan banyak berdoa kepada Allah agar kehidupan kita baik di dunia dan akhirat,” katanya.

PEMBUKAAN PESTA DANAU TOBA

http://gatotpujonugroho.com/gatot-pdt-2013-harus-lebih-baik-dan-profesional/

Gatot: PDT 2013 Harus Lebih Baik dan Profesional

December 31, 2012
PARAPAT -  Plt Gubernur Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho membuka secara resmi Pesta Danau Toba (PDT) 2012. Pembukaan yang dipusatkan  di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Simalungun, Jumat (28/12)  diharapkan jadi momentum kebangkitan sektor pariwisata Sumatera Utara. Tak hanya itu, untuk PDT 2013 Gatot berpesan agar dikemas lebih baik dan professional agar promosi bisa dilakukan secara maksimal.

Hadir dalam pembukaan PDT diantaranya Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Pangdam I/BB Mayjend Lodewijk F Paulus , Pangkosek Hanudnas III Kolonel Sungkono, anggota DPD RI Parlindungan Purba, anggota DPR RI Edison Sitanggang, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, serta Wakil Bupati Humbahas.
Pembukaan PDT 2012 ini diikuti beragam pagelaran seni budaya dan olahraga. Seperti festival gondang dari beragam etnis di Sumut, parade mobil hias, dan atraksi budaya.  Dan hal paling unik, untuk pertama kalinya, pembukaan PDT diwarnai pembacaan doa oleh lima pemuka agama  yang ada di Sumatera Utara.

Kemeriahan terasa saat pembukaan PDT 2012, sebab event ini diadakan saat libur akhir tahun dan liburan sekolah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap, kemeriahan ini menjadi momentum untuk menggali sekaligus memasyarakatkan kembali seni budaya tradisional, legenda maupun upacara-upacara adat klasik yang dimiliki etnis di Sumut, yang dewasa ini mulai tidak populer.

Dalam sambutannya, Gatot Pujo Nugroho menyampaikan, masyarakat Sumut patut bangga  karena PDT masih begitu populer bahkan ke mancanegara. Dalam pesta yang digelar 28-31 Desember ini Pemkab Simalungun bertindak sebagai tuan rumah.
“Saya harapkan Pesta Danau Toba 2012 menjadi ikon pariwisata nasional. Untuk menarik wisatawan berkunjung ke Sumatera Utara,” kata Gatot yang terus mempromosikan Danau Toba di berbagai kesempatan.

Promosi terakhir adalah saat bertemu Duta Besar China Liu Jianchao di  Gubernuran, JL Sudirman, Medan. Liu Jianchao berniat merayakan ulang tahun pernikahan peraknya di Danau Toba.
“Padahal sebelumnya Dubes China berniat ke Bali, tapi setelah berkunjung ke Sumut dan mengetahui sejarah Danau Toba, maka ulang tahun peraknya akan dirayakan di Danau Toba,” katanya disambut tepuk tangan pengunjung Danau Toba.

Gatot menambahkan, untuk PDT 2013 bertindak sebagai tuan rumah Kabupaten Samosir.  Menurutnya, Sekda sudah menampung anggarannya dalam APBD 2013. Tak hanya itu, sesuai dengan rapat-rapat dan diskusi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), penyelenggaraan PDT  2013 akan dilaksanakan pada pertangahan tahun. Diperkirakan antara bulan Juni atau Juli, di saat libur panjang sekolah.
Karena sudah diketahui sejak saat ini, maka Gatot berharap pelaksanaan PDT 2013 harus lebih baik dan professional. Misalnya panitia harus sudah menyiapkan beragam agenda kegiatan yang akan digelar selama event ini digelar.

“Saya minta pelaksanaan PDT 2013, sudah bisa dibuat kalender kegiatan. Supaya kita bisa lebih maksimal melakukan promosi dan sosialisasi hingga mancanegara,” bebera Plt Gubsu.
Untuk pertama kalinya, PDT tahun ini melibatkan beberapa kabupaten kota di luar Danau Toba. Kabupaten/kota yang terlibat adalah  Sibolga, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Asahan.

Bupati Simalungun, DR JR Saragih menyampaikan, pada tahun 2012 ini, PDT memiliki perbedaan dari tahun sebelumnya. Selain kegiatan seremonial dikreasikan menghadap ke Danau Toba,  mereka juga menyajikan berbagai atraksi  secara terbuka agar masyarakat bisa bebas menikmatinya.
Beragam perubahan dank arena digelar tepat dihari libur, menurut JR Saragih PDT sudah berhasil membuat tingkat hunian hotel dan penginapan terdongkrak signifikan.

“Sekarang kamar hotel penuh semuanya, sampai Bupati Samosir dan bupati lainnya kesulitan mencari kamar kemarin malam di Parapat,” JR Saragih berucap penuh percaya diri.
Sementara itu, Ketua Panitia PDT 2012, Ir JW Saragih menyatakan, sesuai peraturan daerah Pemprovsu tentang P-APBD 2012, anggaran PDT ditampung dalam bentuk hibah dan ditunjuk Pemkab Simalungun sebagai pelaksana PDT 2012.
 
Dalam PDT tahun ini, paparnya ada beragam kegiatan diantaranya konvoi motor tua dan becak bermotor membawa obor PDT dari Raya hingga Parapat, penampilan seni dan budaya, pemilihan putri pariwisata Danau Toba, penampilan artis lokal dan ibu kota, serta fashion show kombinasi.

GATOT: PENYERAHAN BONUS PON

http://gatotpujonugroho.com/gatot-serahkan-bonus-pon-dan-peparnas-langsung-ke-rekening-atlet/

Gatot Serahkan Bonus PON dan Peparnas Langsung Ke Rekening Atlet

December 31, 2012
MEDAN – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyerahkan bonus di penghujung 2012 kepada atlet dan pelatih yang meraih medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV/2012 di Riau, di rumah dinas Gubernur Jalan Sudirman, Jumat (28/12) malam.Selain minta maaf atas keterlambatan pemberian bonus tersebut, Gatot juga melakukan terobosan mencairkan bonus langsung ke rekening masing-masing atlet.

Menurut Gatot, pencairan bonus tersebut seyogyanya dilakukan November. Mekanisme pencairan bonus sebesar Rp 10.006.275.000 ini harus melalui berbagai tahapan.
Hal lainnya, juga dipertimbangkan pemberian bonus PON digabung dengan Peparnas. Namun, dirinya mengaku senang karena bonus itu tetap diserahkan, meski pada akhir tahun 2012 ini. Gatot pun menilai pemberian bonus ini tepat waktu di penghujung tahun 2012.

“Saya minta maaf atas keterlambatan penyerahan bonus ini, karena seharusnya dilakukan November lalu. Tapi, penyerahan bonus ini menjadi kado untuk menghadapi tahun baru 2013 ini,” ujarnya dalam kata sambutan yang disambut tepuk kontingen PON Sumut dan undangan lainnya.

Tak samapi disitu, tepuk tangn kembali bergemuruh, setelah diumumkan, bahwa bonus telah dikirimkan melalui rekening masing-masing atlet. Bonus tersebut sudah ditransfer ke masing-masing rekening atlet pada Jumat (28/12) dan pajak ditanggung oleh KONI Sumut. “Sekali lagi saya mohon maaf atas keterlambatran bonus PON dan Peparnas ini,” imbuhnya.

Soal prestasi kontingen Sumut di PON, yang menempati peringkat kedelapan, dengan mengoleksi medali, 15 emas, 19 perak dan 22 perunggu, Sedangkan kontingen Peparnas menempati posisi keempat dengan raihan medali 26 emas, 18 perak dan 9 perunggu. Kedua kontingen diakui Gatot sudah memberikan yang terbaik bagi Sumut dengan perjuangan yang maksimal. Katanya, skuad kontingen Sumut murni atlet Sumut sendiri. 

Hal inilah yang patut diapresiasi kepada KONI Sumut atas pembinaannya. “Yang mewakili Sumut di PON dan Peparnas adalah atlet-atlet terbaik Sumut sendiri. Kita tidak ada mengambil atlet dari daerah lain, semuanya murni atlet binaan KONI Sumut. Jadi kita harus bangga atas prestasi yang kita raih sendiri,” jelasnya.

Gatot juga tak sungkan memuji perjuangan tim sepakbola Sumut yang menapakan kakinya di babak final PON. Meski kalah 0-1 dari Kalimantan Timur dan harus puas menerima medali perak, perjalanan di cabang olahrag favorit itu tidak mudah. Diakuinya pula, secara kualitas dengan permainan yang baik dan penguasaan bola yang dominan, tim Sumut seharusnya menjadi juara. “Iya, bagaimana pun bola itu bulat dan kita belum juara. Tapi saya bangga dengan permainan tim sepakbola kita. Saya yakin beberapa tahun kedepan, pemain sepakbola Sumut kemarin bakal menjadi pemain nasional,” pujinya.

Sebelumnya, Ketua Harian KONI Sumut sekaligus Ketua Kontingen Sumut pada PON 2012 lalu, John Ismadi Lubis melaporkan, pada PON 2012 lalu, Sumut mengirimkan 249 atlet dengan hasil 15 medali emas, 19 perak dan 23 perunggu dan berada di posisi kedelapan. “Jumlah atlet yang meraih medali ada 91 orang dan bagi peraih emas diberi Rp 150 juta, perak Rp 50 juta dan perunggu Rp 25 juta,” katanya.
 
Sedangkan, pada Peparnas 2012 lalu, Sumut mengirimkan 44 atlet untuk mengikuti 5 cabang olahraga dengan hasil 26 medali emas, 18 perak, 9 perunggu dan berada di posisi keempat. “Peraih di Peparnas memperoleh bonus Rp 50 juta, perak Rp 25 juta dan perunggu Rp 15 juta,” pungkasnya.

DETIK-DETIK TAHUN BARU OLEH GATOT

http://medan.tribunnews.com/2013/01/01/gatot-rayakan-detik-detik-tahun-baru-bersama-warga-kampung-madras

Gatot Rayakan Detik-detik Tahun Baru Bersama Warga Kampung Madras

 
 
Tribun Medan - Selasa, 1 Januari 2013 
 
 
MEDAN - Dalam rangka menyambut detik-detik pergantian tahun baru 2013, Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST menghadiri pesta rakyat yang digelar spontan olah warga  Kampung Madras, Senin (31/12/2012) di sepanjang Jalan Zainul Arifin Medan.
Acara penyambutan seperti ini bukan pertama kalinya diselenggarakan, akan tetapi sudah merupakan bagian dari kegiatan rutin tahunan warga Parisada Hindu Dharma Indonesia Sumut dalam merayakan pergantian tahun baru masehi.

Kehadiran Plt Gubsu pada acara tersebut menjadi keistimewaan tersendiri khususnya bagi warga kampung Madras yang mayoritas keturunan India ini.

Kedatangan H Gatot Pujo Nugroho ST yang lebih dikenal Ganteng ini tentu menyita perhatian para warga yang sudah hadir memadati lokasi depan kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia Sumut tersebut.

Kedatangan sosok Pemimpin yang merakyat dengan penampilan sederhana membuat heboh masyarakat sekitar, tak ayal lagi warga pun berbondong-bondong mengerumuni Gatot yang muncul tiba-tiba ini.

Meskipun diantara warga ada yang sekedar ingin melihat wajah Gubernur yang Ganteng  mereka juga ada yang bertekad ingin bersalaman langsung dengan Gubernur serta ada yang langsung meminta untuk berfoto.

"Wah memang bapak Gubernur kita memang Ganteng ya, pak salaman dong," teriak ibu-ibu yang mengajak anaknya untuk bersalaman.

Bahkan ada juga yang menahan sakit akibat terijak kakinya. Namun tak mengurung niatnya menembus keramaian untuk langsung bersalaman dengan Plt Gubsu.

"Pak Ganteng, pak Ganteng foto bersama dong," desak salah satu warga dari ujung jalan Zainul Arifin.

Di hadapan ribuan massa yang hadir Plt Gubsu dalam sambutan meminta kepada warga apa yang telah dilakukan pada tahun 2012 baik itu suka dan duka menjadi motivasi untuk menempuh tahun 2013 yang akan kita hadapi.

"2012 sudah selesai kita isi lembaran yang masih putih di tahun 2013  dengan berbagai prestasi. kita songsong tahun 2013 dengan hari yang lebih baik lagi," himbaunya.

Dalam kesempatan itu, Plt Gubsu juga bersama warga mengakhiri tahun 2012 dengan meniup terompet dan memasang kembang api tanda dimulainya lembaran baru tahun 2013.

Suara gemuruh petasan dan kembang api pun menggema dan menghiasi langit Kota Medan. Acara semakin meriah ketika para warga juga dihibur penampilan para warga yang menyanyikann lagu india. Mereka berjoget bersama saat Plt Gubsu juga ikut menyumbangkan lagu pada pergantian tahun baru itu.

"Selamat tahun baru, semoga tahun 2013 lebih baik lagi dari tahun sebelumnya," katanya kepada warga yang hadir.